"Lupakan dia...lupakan dia... Lupakan!!", bisikan itu terus menggema dalam telingaku. Lalu perlahan menguasai pikiranku. "Dia sudah tidak peduli padamu.Tidak peduli...Lihatlah... Dia menempatkanmu disini..", suara itu tak henti bergema.
"Saatnya makan, Sayang... Kau harus sehat dan cantik...", seseorang dengan pakaian berseragam meletakkan makanan di samping peraduanku.
Perutku memang lapar, tapi mengingat dia membuat nafsu makanku hilang seketika. Bagaimana mungkin kami telah hidup bersama selama 1 tahun. Aku tahu dia mencintaiku, begitu juga sebaliknya. Lalu apalah arti kebersamaan kami? Atau dia sudah bosan padaku ? Atau dia sudah mendapatkan penggantiku? Lagi-lagi pikiran tentang dia mengganggu.
Mungkin, memang pantas dia bosan. Aku tak lagi bisa memenuhi semua keinginannya. Lantas “membuangku” ke tempat ini. Tempat yang bagiku bagai neraka walau kebutuhan sehari-hari terpenuhi dan aku mendapatkan pakaian dan asesoris terbaik. Aku tak bisa lepas darinya. Aku bergantung padanya. Sudah beberapa lama aku disini, dan dia belum pernah sekalipun datang. Sungguh aku merindukannya. Rindu yang sia-sia karena mungkin dia tidak memikirkanku walau sedetik saja. Baru saja aku akan memejamkan mataku, suara bergesernya pintu mengejutkanku.
“Halo, Manis! Lihat... Siapa yang datang? Ow...ow..ow.. Kenapa kau belum makan? Aduh, maaf Tuan Ardi....Dia susah sekali makan sejak pertama di sini. Kerjanya hanya meringkuk di sudut ruangan. Tidak mau juga bergaul dengan semua yang ada di sini. Tapi, dia tetap bugar dan terlihat cute, bukan?”, orang berbadan gemuk itu membuka pintu sambil menatapku tajam, ia terlihat agak kesal melihat makananku belum tersentuh sedikit pun.“Ini makanan favoritmu.... Betul tidak Tuan Ardi?”
Sebuah kepala muncul dari pintu. DIA!. Oh, betapa aku merindukannya...Dia tersenyum padaku..
Sebuah kepala muncul dari pintu. DIA!. Oh, betapa aku merindukannya...Dia tersenyum padaku..
“Maaf, Mary... Tidak ada yang bisa menjagamu di rumah. Dan aku harus tugas keluar kota 7 hari ini. Bukankah tempat ini menyenangkan buatmu? Lihat... Servisnya betul-betul kelas satu. Kau saja terlihat cantik sekali...” Dia mengulurkan tangannya untuk memelukku. "Maaf? Maafkan aku yaa Sayang..". Dia mengelus bulu-buluku di tempat yang paling aku suka.
“Meoong...” aku menggelayut manja dalam dekapannya.
Dia membawaku keluar dari tempat ini : LUXPETS HOTEL.
MkS, 150116.
#OneDayOnePost#Hari Kelima#GALAU
7 komentar:
waw... cat lover
Kiraiiiin, aduuuuh. Hahaha
Hehehe.. iyya Mas Sae... ada kucing liar skitar rumah diklaim punya kami (saya dan suami) dg memberi nama mereka... si MasBro, MissBelti, MissKeti...:)
Kiirainn apa hayyoo Mbak Rina, ;)
Ini cocoknya jadi pencerita dongeng ... :D
Iyakah Mas Ken Riki?.... Harus semangatt niy... Tq Mas Ken Riki... ;)
Keren mb
Posting Komentar